Senin, 26 Desember 2011

EVALUASI PELAKSANAAN IBADAH HAJI 2011

Dalam evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2011 dalam lingkup Kota Mataram yang dilaksanakan pada hari Selasa (27/12) di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Kepala Kementerian Kota Mataram H. Badrun melaporkan “ dari 711 orang jamaah haji Kota Mataram ada 2 orang jamaah haji yang meninggal dunia dan kita bersyukur bahwa sudah ada kesadaran dari para jamaah haji untuk selalu memberikan informasi kepada petugas di lapangan mengenai hal-hal yang terjadi di lapangan, sehingga petugas dapat segera mengambil tindakan untuk kelancaran dan kenyamanan ibadah haji para jamaah haji”.

Selain itu, beliau sangat bersyukur akan perhatian yang sangat intens yang diberikan H. Ahyar Abduh selaku Walikota Mataram atas keadaan para jamaah haji di Tanah Suci. H. Badrun menjelaskan, “evaluasi ini selain sebagai bahan laporan kepada Walikota Mataram, tapi juga sangat penting sebagai sarana kritis pelaksanaan haji tahun ini agar pelaksanaan haji tahun depan dapat diperbaiki”, beliau juga secara langsung mengharapkan masukan-masukan dari Pembimbing haji Kota Mataram H. Munawwir, Ketua Kloter, para Ketua regu dan rombongan hingga dari tim kesehatan yang hadir dalam evaluasi haji tersebut.
“Dari sekian banyak masalah yang timbul dari pelaksanaan ibadah haji tahun 2011, saya mencoba menyimpulkannya menjadi 4 masalah yaitu : transportasi, kamar kecil, prasmanan, dan KBIH”, tambahnya. Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Mataram, Staff Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan SDM Drs. H. Husnan Ahmadi, M.Pd menyampaikan “bahwa memang tetap akan ada masalah dan ketidak puasan akan pelaksanaan ibadah haji dari tahun ke tahun, tapi yang penting adalah bagaimana usaha kita semua untuk mengevaluasinya dan memperbaikinya di tahun berikutnya”.
Ketua kloter 43 Kota Mataram H. Saiful Hamdani menyampaikan bahwa “pengangkutan jamaah haji yang tidak bersamaan dengan koper jamaah pada saat menuju hotel, sering mengakibatkan masalah yang cukup merepotkan”. Untuk hal tersebut dari Kemenag Mataram kedepannya berjanji akan terus mengusahakan koordinasi yang lebih baik dengan pihak travel di tanah suci.(pun/dik foto humas)  

Jumat, 23 Desember 2011

50 POSYANDU TERIMA BANTUAN

Keberadaan kader Posyandu di Kota Mataram, dirasa sangat perlu untuk diperhatikan kesejahteraannya. Untuk menyikapi hal itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) yang bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK khususnya Kelompok Kerja IV yang membidangi masalah Kesehatan pada Sabtu (24/12) memberikan bantuan Sarana dan Prasarana kepada semua Posyandu di Kota Mataram senilai masing-masing 500 ribu rupiah.


Menurut Kepala BPM H. Saiful Mukmin, “bantuan ini adalah sebagai salah satu perhatian Pemerintah Kota Mataram untuk memaksimalkan kerja para kader Posyandu disamping honor yang telah diberikan”. “Jika dilihat dari nominal, memang tidak seberapa dibanding kebutuhan hidup ibu-ibu sekalian. Tapi anggap ini sebagai pengabdian kita kepada masyarakat yang mungkin akan mendapat imbalan yang tidak terduga baik dari masyarakat itu sendiri maupun dari Tuhan Yang Maha Esa”, lanjutnya.
Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh kader Posyandu di Kota Mataram tersebut, Saiful Mukmin menyampaikan “Untuk kedepannya kita semua akan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan para kader yang menjadi tulang punggung kegiatan ini”.
 (pun/dik foto humas)  

Kamis, 22 Desember 2011

PROGRAM REHAB RUMAH TIDAK LAYAK HUNI 2011 DITUTUP

Setelah dicanangkan tanggal 11 Juni 2011 di Kelurahan Turida, Kamis (22/12) program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Mataram tahun anggaran 2011 ditutup. Kegiatan penutupan rehab RTLH dipusatkan di Masjid Raudhatul Abror Lingkungan Arong-Arong Barat Kelurahan Dasan Agung Kecamatan Selaparang Kota Mataram langsung oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh beserta Ketua DPRD Kota Mataram H.Muhamad Zaini, Asisten II Setda Kota Mataram Ir.H. Efendi Eko Saswito serta beberapa pejabat terkait tingkat Propinsi NTB dan Kota Mataram yang dikemas dalam agenda Sambang Bale.

Dihadapan tamu undangan serta 100 penerima bantuan rehab RTLH di Kelurahan Dasan Agung, Walikota Mataram menjelaskan bahwa penutupan program rehab RTLH khusus untuk tahun anggaran 2011. Karena anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2011. Namun program ini akan dilanjutkan kembali pada tahun 2012 mendatang. “Kendati sudah ditutup, namun sisa pencairan anggaran yang belum diterima segera dicairkan sebelum bulan Desember ini berakhir. Kami juga meminta petugas yang menangani program ini terus melakukan pemantauan jangan sampai mangkrak,”  pinta Walikota.
Menurut Walikota awalnya total RTLH di Kota Mataram mencapai 2.080 unit dan sebanyak 1.248 unit sudah dapat ditangai tahun ini, sehingga sisanya tinggal 832 unit yang ditargetkan akan tuntas tahun 2012 mendatang. Program rehab RTLH  bersumber dari APBD Kota Mataram yang berada pada pos anggaran di SKPD terkait antara lain, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bapedda serta Badan Amil Zakat (Bazda) Kota Mataram yang merupakan infak dari pegawai lingkup Pemkot Mataram. “Anggaran rehab RTLH yang diberikan merupakan stimulus atau motivasi bagi penerima bantuan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu juga, Walikota Mataram menyampaikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram sudah naik menjadi Rp60 miliar dari Rp49 miliar atau naik Rp11 miliar, sementara Rp100 miliar pertahun dari dana-dana lainnya yang akan diperuntukan bagi kepentingan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan di Kota Mataram antara lain, bidang pendidikan, infrastruktur jalan dan drainase. “Kami terus berjuang agar semua jalan di Kota Mataram ini bisa di Hotmix, namun dengan keterbatasan anggaran kami harus melakukan dengan skala prioritas dan bertahap. Tidak ada istilah ‘anak tiri’,” paparnya.
Disamping itu Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran ditingkat Kecamatan dan Kelurahan yang dapat dipergunakan jika ada kegiatan pembangunan fisik pada tingkat lingkungan yang tidak terakomodir dalam APBD. Selain itu program permodalan untuk kelompok usaha produktif tetap digulirkan, bahkan mulai tahun 2012 pelayanan kesehatan ditingkat Puskesmas digratiskan, serta akan  ada sekitar 100 warga jompo di Kota Mataram yang akan mendapat santunan rutin setiap bulannya.


Usai menutup kegiatan program rehab RTLH, Walikota beserta jajaran melakukan kunjungan ke beberapa rumah yang mendapatkan bantuan rehab RTLH tahun 2011 khususnya  di Kelurahan Dasan Agung. (nir/yudi foto humas)

SEMARAK, PERINGATAN PUNCAK HARI IBU DI KOTA MATARAM

Peringatan puncak Hari Ibu ke-83 di Kota Mataram Kamis (22/12) berlangsung semarak. Dimana puncak peringatan Hari Ibu ke-83 di Kota Mataram dilaksanakan dengan upacara di halaman kantor Walikota Mataram, dengan semua peserta upacara yang berasal dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram, meliputi TP.PKK, Dharma Wanita Persatuan, Ikatan Keluarga Dewan (IKD), Bhayangkara serta semua pegawai lingkup Pemkot Mataram menggunakan kebaya.
          Sesepuh GOW Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh bertindak langsung menjadi Pembina upacara yang dihadiri pula oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram H.Mohan Roliskana, Ketua GOW Kota Mataram Ny. ND. Kinnastri Mohan Roliskana, Ketua Dharma Wanita Persatuan Hj. Ernawati Makmur Said dan Ketua IKD Kota Mataram Swastining Diah R Zaini.
          Kegiatan upacara dirangkaikan dengan pemberian bingkisan bagi para sesepuh GOW sebelumnya, bingkisan bagi ibu yang melahirkan tepat tanggal 22 Desember tahun ini, hadiah bagi para pemenang berbagai lomba yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011, diantaranya Lomba Busana Nasional tingkat TK/RA, Lomba UP2K, Lomba Administrasi PKK, Lomba PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), serta penyerahan hadiah  juara II tingkat NTB Lomba Penyuluhan KDRT bagi kader, dan terakhir 10 pemenang keserasian berbusana dalam upacara puncak Hari Ibu dari SKPD lingkup Pemkot Mataram. 

Ketua GOW Kota Mataram Ny. ND. Kinnastri Mohan Roliskana menjelaskan selain lomba, GOW juga telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ibu ke-83 diantaranya, sosialisasi Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Kampanye ASI Eksklusif dan Cara-cara menghadapi menopause,  yang diikuti sekitar 200  peserta dari GOW se Kota Mataram yang berlangsung di Aula Lantai Tiga lingkup kantor Walikota Mataram.
Sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pencerahan bagi para ibu-ibu, yang nantinya dapat diinformasikan kembali kepada orang-orang terdekat terutama keluarga, dan masyarakat luas. “Tidak perlu aksi besar tapi hanya sesaat. Sebaliknya mari kita bersama-sama melakukan hal yang kecil namun betul-betul bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” pintanya.
Di samping itu Beliau juga meminta agar berbagai rangkaian kegiatan dalam menyambut hari ibu ke-83 tahun 2011 yang telah dilaksanakan GOW sebelumnya, diantaranya bakti sosial, penyuluhan PHBS, penyuluhan wajib belajar 12 tahun, penanaman pohon pelindung serta pembagian alat kebersihan di perumahan nelayan Lingkugan Gatep Kelurahan Ampenan Selatan, ke depan harus menjadi kegiatan rutin yang  berkesinambungan sehingga kegiatan tidak sebatas hanya seremonial. (nir/yudi foto humas)

Senin, 19 Desember 2011

PEMEKARAN DI KOTA MATARAM DITUNDA

“Untuk menghindari berubahnya data pemilih akibat dari pergeseran angka jumlah penduduk yang telah tercatat di KPU, maka untuk meminimalisir hal tersebut pemekaran lingkungan dan kelurahan di Kota Mataram ditunda hingga Mei 2013”, hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Mataram Ahmad Gunawan, S.Sos dalam acara Rapat Evaluasi Pemutakhiran Data Pemilih tingkat Kota Mataram di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Selasa (20/12).
Acara yang dihadiri Asisten Tata Praja Kota Mataram IGP. Susila Yadnya tersebut juga membahas tentang kendala-kendala yang ditemui oleh KPU dalam pengumpulan data pemilih. Untuk itu, Susila Yadnya menyampaikan “agar kecamatan dan kelurahan memperhatikan perubahan penduduk di wilayahnya masing-masing”.
Program E-KTP yang sementara ini telah berjalan, diakui oleh Ketua KPU Kota Mataram sangat membantu proses pemutakhiran data dan dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram “baru sekitar 30% penduduk yang telah melaksanakan E-KTP dari 300 ribu penduduk yang menjadi target kita”, ungkap Sirajudin dari Disdukcapil.
Dengan 416 ribu penduduk yang menghuni Kota Mataram, menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil baru sekitar 80% -nya saja yang mempunyai KTP. Ini merupakan kendala terutama pada saat Pemilu atau Pemilukada digelar. Menurut Sirajudin, “banyak penduduk yang pindah alamat tanpa disertai surat pindah, belum lagi penduduk yang meninggal dan lain sebagainya”. Untuk itu diharapkan kepada semua pihak termasuk lurah dan camat agar melaporkan perkembangan penduduk di wilayahnya masing-masing. (pun/humas)
                                                                                                    (dik/humas)

PEMKOT KONSEN REHAB RUMAH KUMUH


Pemerintah Kota Mataram menargetkan akhir tahun 2011 ini, rehabilitasi rumah kumuh di Kota Mataram akan rampung sebelum tutup tahun. Hal ini ditegaskan Walikota Mataram pada saat peletakan batu pertama rehabilitasi rumah kumuh di Lingkungan Petemon Kelurahan Pagutan Timur Kecamatan Mataram, Senin (19/12).
Ahyar menegaskan, Pemerintah Kota Mataram sangat konsen terhadap rehabilitasi rumah kumuh. Tahun 2011 ini, Pemkot Mataram telah mengalokasikan anggaran 500 juta rupiah sebagai dana pendampingan. Di tahun ini pula lanjutnya, jumlah rumah kumuh yang telah masuk daftar sebanyak 1215 unit. Angka ini bertambah dari perkiraan awal sebanyak 1.084 unit. Penambahan ini berasal dari Kementerian Perumahan Rakyat RI yang melihat keseriusan Pemerintah Kota Mataram dalam program ini.
Pada kesempatan tersebut, Walikota juga meminta masyarakat untuk menjaga dan memelihara rumah yang akan dibangunkan serta tetap menjaga kesehatan. Mengingat standar rumah yang dibangunkan juga mengacu pada konsep rumah sehat.
Rehabilitasi rumah kumuh di Lingkungan Petemon ini menelan biaya 88,7 juta rupiah untuk 14 unit rumah yang dananya bersumber dari APBN sebesar 42,6 juta, APBD Kota Mataram sebesar 28,4 juta serta 17,7 juta berasal dari partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) PNPM Mandiri Perkotaan Kota Mataram, Irwan Rahadi menyebutkan, pada paket PNPM MP ke 3 ini menelan anggaran 1,25 milyar masing masing bersumber dari APBN sebesar 750 juta rupiah dan dana pendampingan dari APBD Kota Mataram tahun 2011 sebesar 500 juta rupiah.
Sejumlah program yang masuk dalam paket tahap 3 ini seperti rehabiliasi rumah kumuh, pengaspalan, jembatan penghubung serta pengelolaan sampah yang tersebar di 25 kelurahan.
Hingga saat ini rehabilitasi rumah kumuh telah rampung 80 persen, masing masing rumah dianggarkan 5 juta rupiah yang diberikan dalam bentuk bahan bangunan.(dh/foto nyem humas)

Minggu, 18 Desember 2011

TP PKK ADAKAN WORKSHOP PENDIDIKAN KECAKAPAN KEORANGTUAAN




Untuk dapat membangun keluarga yang sehat dan sejahtera, pendidikan terhadap anak harus dimulai dalam keluarga. Maka dari itu, peran orang tua sangatlah penting agar bisa memiliki kecakapan dan menghasilkan generasi penerus yang lebih baik. Ini sesuai dengan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang merupakan Gerakan Nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh saat membuka Workshop Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan TP PKK Kecamatan dan Kelurahan Se-Kota Mataram di Lesehan Dini, Gerimak hari Senin (19/12). ”Gerakan PKK siap membantu memfasilitasi program-program pemerintah dengan 10 program pokok PKK dengan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam upaya peningkatan kualitas hidup. Salah satu strateginya adalah dengan workshop ini yang merupakan program dalam satu upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta tentang pendidikan, kesehartan ibi dan anak, dan perlindungan anak,” ungkapnya.
Dalam workshop yang bekerjasama dengan BPPNFI Regional VII Mataram dan baru pertama kali diselenggarakan di Kota Mataram ini dihadirkan materi dan nara sumber yang beragam, yaitu Kepemimpinan, Etika dan Budi Pekerti dalam keluarga disampaikan oleh Wakil Ketua IV TP. PKK Provinsi NTB, Pendidikan Karaketer dalam Keluarga disampaikan BPPNFI, Pemberdayaan Ekonomi Keluarga disampaikan Kepala BPM Kota Mataram, Kesehatan Reproduksi, KB dan KIA  disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Pengarus Utamaan Gender dan  Perlindungan Anak disampaikan oleh Kepala Badan PPKB Kota Mataram, dan Kebijakan Pendidikan di Kota Mataram disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Mataram.
Ketua TP PKK Kota Mataram berharap melalui workshop ini Kader PKK dapat memanfaatkannya sebaik-baiknya agar bisa menimba ilmu dari nara sumber untuk disosialisasikan kepada masyarakat setelah workshop ini usai. ”Kader PKK sebagai ujung tombak harus mampu berbuat langsung di masyarakat. Saya berharap ke depannya generasi yang punya orang tua yang lebih mengerti akan menghasilkan generasi yang lebih berkualitas. Misalnya orang tua berusaha agar anak mendapatkan pendidikan yang layak sesuai program Wajar 12 tahun yang sudah dicanangkan pemerintah,” katanya.
Workshop akan berlangsung selama dua hari yaitu dari tanggal 19 sampai 20 Desember 2011 dan kemudian akan diteruskan dengan sosialisasi ke masing-masing Kecamatan dan Kelurahan dengan dilakukan pendampingan. TP PKK Kota Mataram sendiri memiliki agenda Lomba Mewarnai Ibu dan Anak pada tanggal 21 Desember 2011 dan disusul puncaknya pada Hari Ibu tanggal 22 Desember 2011 dengan upacara di halaman kantor Walikota Mataram. (ade/odink)