Minggu, 29 Januari 2012

MoU PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN EKS PELABUHAN AMPENAN DITANDATANGANI


Upaya Pemerintah Kota Mataram dalam memajukan Kota yang bermoto Maju Religius dan Berbudaya kembali terbukti dengan telah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Mataram dengan PT Gunung Lawoe Mercubuana (Gunung Lawoe Group). Penandatanganan oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan Direktur Utama PT Gunung Lawoe Mercubuana, Rusdiono Yusuf Subandi disaksikan oleh Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, S.Sos, MH dan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, SH serta sejumlah perwakilan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama bertempat di Kantor Walikota Mataram, Jumat (27/01).
Usai Penandatanganan, Walikota berharap agar pihak Investor untuk segera melakukan kegiatan di areal pembangunan guna meyakinkan masyarakat bahwa apa yang dilakukan Pemerintah dengan Pihak Swasta dapat diwujudkan.

Selain itu pula Walikota menegaskan, dengan revitalisasi ini memiliki dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Pembangunan diatas areal 5,6 hektar ini nantinya tidak akan menggusur areal permukiman masyarakat.”Saya pastikan tidak ada penggusuran tetapi justru masyarakat sebagai penerima manfaat langsung dari pembangunan ini” tegas Walikota.
Ia menambahkan dengan keberadaan Ampenan Harbour Hotel & Resort ini nantinya dapat kembali mengangkat popularitas Kota Ampenan yang sejak dahulu terkenal dengan Kota Pelabuhan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Gunung Lawoe Mercubuana, Rusdiono Yusuf Subandi memaparkan, konsep Pembangunan Ampenan Harbor Hotel & Resort ini akan memanfaatkan areal pantai, dimana 80 persen dari areal rencana dilakukan dengan mekanisme reklamasi. Hal ini juga menjawab keinginan Walikota yang meminta agar tidak melakukan penggusuran terhadap warga.
Tahap awal dari proses pembangunan ini menurutnya yakni faktor perizinan, dimana Pihak Pemkot Mataram akan memfasilitasi segala proses perizinan yang berkaitan dengan ranah Pemerintah Kota. Sejalan dengan hal tersebut, Rusdiono menambahkan usai proses perizinan, pihaknya akan memulai proses pembangunan dengan capaian waktu 2 tahun dan menelan biaya US 300 Juta Dollar atau setara dengan 2,7 triliun rupiah.
Guna mendukung percepatan investasi yang akan didanai dua Perbankan Lokal dan Nasional, pihaknya meminta dukungan seluruh lapisan masyarakat, karena jika proyek prestisius ini terwujud, perkembangan dan kemajuan Kota Mataram di masa mendatang akan maju dengan pesat ungkapnya. (dh/nyem foto humas)  

INSPEKTUR JENDRAL DAN KEPALA BKP PUSAT KUNJUNGI BANJAR DASAN AGUNG


“Pangan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi peningkatan sumber daya manusia.Tapi dengan konsumsi beras masyarakat Indonesia yang mencapai 310 gram/hari dari batas wajar konsumsi 275 gram/hari, pemerintah merasa perlu untuk lebih menggalakkan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Kegiatan P2KP di Kota Mataram yang merupakan bantuan dari Badan Ketahanan Pangan Pusat yakni berupa Dana Tenaga Perbantuan berupa Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebanyak 10 kelompok yang tersebar di 4 Kecamatan. Salah satunya adalah Kelompok P2KP Kenanga di lingkungan Banjar Dasan Agung, kelurahan Dasan Agung Baru, Mataram”.
Hal tersebut disampaikan Drs. H. Husnan Ahmadi, MPd Staff Ahli bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Kota Mataram dalm acara Kunjungan kerja Inspektur Jendral dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementrian Pertanian di Kelompok P2KP Kenanga lingkungan Banjar Dasan Agung, kelurahan Dasan Agung Baru, Kamis (26/1). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh yang bersama dengan timnya ikut serta membina masyarakat Banjar Dasan Agung untuk menggalakkan program P2KP.

“Melalui P2KP diharapkan peningkatan gizi keluarga dapat terpenuhi, karena karbohidrat tidak hanya bisa didapat dari beras tapi juga dari umbi-umbian yang bahkan mempunyai kelebihan mengandung serat yang dibutuhkan tubuh”, ungkap Ir. Gayatri Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi Ketahanan Pangan dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
Untuk menunjang program pemerintah tersebut, Kota Mataram pada tahun 2011 yang lalu dan pada tahun 2012 ini melalui APBD Kota Mataram telah mengalokasikan dana untuk beberapa kegiatan, yang antara lain: Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Berimbang dan Aman (B3A), Sosialisasi Pangan B3A bagi anak SD/MI, bantuan tanaman pekarangan dan lain sebagainya.Acara yang dilaksanakan ditengah angin kencang yang sedang melanda Kota Mataram tersebut, tidak menyurutkan semangat para rombongan dari pusat untuk mengunjungi dan melihat langsung hasil-hasil yang telah dicapai Kelompok Kenanga. Walaupun perjalanan rombongan sempat terhambat karena adanya pohon tumbang yang mengakibatkan bus rombongan harus sedikit memutar untuk mencapai lokasi. (pun/dik foto humas)  

PKK SOSIALISASI PERSIAPAN HARGANAS


Pada 29 Juni 2012 mendatang, Kota Mataram menjadi tuan rumah Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Terkait dengan itu berbagai persiapan mulai dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram. Sebagai mitra pemerintah dan memiliki peran besar dalam even tersebut Tim Penggerak (TP) PKK Kota Mataram menggelar sosialisasi persiapan pelaksanaan Harganas di Kantor Camat Sandubaya Rabu (25/1) yang dirangkaikan dengan kunjungan silaturrahmi/ Road Show pengurus TP. PKK Kota Mataram dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK tahun 2012.
Ketua TP. PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh saat membuka acara mengatakan, kegiatan sosialisasi persiapan Harganas merupakan persiapan pengetahuan dan mental bagi para pengurus PKK dan kader untuk mengikuti pertemuan tingkat Nasional. Oleh karena itu  informasi yang disampaikan oleh para narasumber hendaknya dapat diperhatikan oleh semua pengurus kecamatan, kelurahan dan para kader agar memiliki visi dan misi sama dalam mensukseskan acara yang berskala nasional itu. “ Kegiatan ini juga merupakan ajang untuk memperkuat komunikasi, guna terwujudnya keluarga yang beriman bertaqwa, sehat dan sejahtera,” paparnya.

Selain kegiatan sosialisasi persiapan Peringatan Harganas disampaikan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Mataram, Drs. HL. Marwan, disampaikan juga berbagai program kesehatan yang perlu dukungan serta sistem informasi Posyandu dari Dinas Kesehatan Kota Mataram yang diwakili oleh Kabid Promkes dr. H. Usmanhadi. Dalam penjelasan Kepala BPPKB Kota Mataram Drs.HL. Marwan menyampaikan bahwa Harganas merupakan momentum renungan agar setiap keluarga melakukan evaluasi diri untuk mencapai keluarga yang “sakinah, mawaddah warrohmah” yang diketahui pasti oleh keluarga yang bersangkutan.
Beliau berharap dengan adanya sosialisasi ini pengurus PKK Kecamatan, Kelurahan serta kader memiliki persiapan dasar dan matang, sehingga mampu tampil dan ambil bagian dalam setiap mata lomba yang diselenggarakan. Diantaranya temu kader, jambore kader, cerdas cermat, dan sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta KB.  “Diharapkan setiap kader dapat berperan aktif untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman dalam setiap melaksanakan tugas, namun jangan sampai hal ini menjadi beban bagi para kader,” himbaunya.
 Kegiatan road show TP. PKK Kota Mataram di Kecamatan Sandubaya itu merupakan road show yang pertama dan akan berlangsung hingga lima hari ke depan. Dengan rincian, Kamis (26/1) di Kantor Camat Cakranegara, Jumat di Kecamatan Mataram, selanjutnya Kecamatan Selaparang pada Sabtu (28/1),  kemudian Kecamatan Ampenan pada Senin (30/1) dan terakhir di Kecamatan Sekarbela pada Selasa (31/1). (nir/dina foto humas)

Kamis, 26 Januari 2012

PEMKOT PROGRAMKAN SANTUAN KEMATIAN BAGI WARGA KOTA MATARAM


         Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terhadap keluarga masyarakat yang ditinggal meninggal dunia, Pemkot Mataram telah memprogramkan pemberian  santunan kematian bagi keluarga yang ditinggalkan sebesar Rp500 ribu. Pernyataan tersebut dilontarkan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh  dalam rapat koordinasi (Rakor) terkait langkah SKPD setelah pengesahan APBD 2012 di ruang kenari  lingkup kantor Walikota Mataram, Senin (16/1).
          Terkait dengan itu Walikota meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki tanggungjawab atas program itu agar segera melakukan kajian, agar program ini  dapat segera terlaksana. Artinya, jika dalam mekanismenya membutuhkan payung hukum dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwal) atau lainnya, sehingga  segera diselesaikan. Namun demikian, Walikota menekankan jangan sampai santunan kematian itu diberikan berbelit-belit apalagi dengan urusan yang panjang lebar. “Paling lambat santunan itu sudah diterima oleh pihak keluarga sehari setelah ditinggal meninggal dunia. Silahkan cari bagaimana mekanismenya,” ingat Walikota lagi.
Di samping memprogramkan santuan kematian bagi warga Kota Mataram, Pemkot Mataram juga memprogramkan pemberian tunjangan beras untuk lansia (lanjut usia), untuk tahap awal sekitar 1.000 lansia yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Mataram. “Pak Camat silahkan berkoordinasi dengan aparat dibawahnya terkait dengan mekanisme penyaluran, jangan sampai terlambat,” katanya lagi.
Berbagai program percepatan pembangunan tahun 2012 disampaikan oleh Walikota kepada semua Kepala SKPD dan Camat dalam rakor tersebut. Walikota yang didampingi Sekda Kota Mataram Ir.HL. Makmur Said MM dalam kesempatan itu juga menyampaikan agar dana pembangunan untuk kelurahan, serta perubahan dana tunjangan kepala kepala lingkungan segera dituntaskan.
          Di sisi lain lanjut Walikota, untuk mencapai percepatan pembangunan di Kota Mataram tahun 2012,  Walikota SKPD lingkup Kota Mataram untuk meningkatkan koordinasi dengan SKPD terkait, baik di tingkat propinsi maupun pada tingkat pemerintah pusat. Walikota menilai   peningkatan koordinasi antar SKPD tersebut juga menjadi salah satu rekomendasi dari tim evaluasi SKPD yang telah dibentuk Pemkot Mataram. Dengan adanya koordinasi program dengan sektor lain, solusi berbagai masalah yang dapat menghambat pelaksanakan program dapat ditemukan. “Jika tidak ada koordinasi dan komunikasi, dapat menghambat program,” katanya.
Kendati rakor  berlangsung sekitar satu jam, namun Walikota tidak sedikitpun menyinggung tentang mutasi, apalagi menyebut salah satu nama SKPD yang memiliki ‘rapor merah’ dalam pelaksanaan tugas tahun 2011 yang telah dilakukan oleh tim pakar.
          Kendati demikian, Walikota mengingatkan kepada semua kepala SKPD bahwa dirinya telah memberikan kepercayaan untuk melaksanakan program. Oleh karena itu dibutuhkan kerjakeras dan terus fokus terhadap program-program yang ada dengan melakukan percepatan. “Jangan sampai sudah ada program, anggaran tersedia, namun program tidak jalan,” ingat beliau. (nir/humas)  

Jumat, 13 Januari 2012

PANTAI AMPENAN AKAN SEGERA DI REKLAMASI


Keberadaan pelabuhan Ampenan yang terkenal pernah menjadi pelabuhan Internasional yang menjadi kebanggaan masyarakat NTB dan Mataram khususnya, dan saat ini hanya menjadi suatu kawasan yang tanpa pengelolaan baik menjadikan Pemerintah Kota Mataram berinisiatif untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Kawasan tersebut, saat ini selalu menimbulkan keprihatinan setiap tahunnya akibat dari musim angin barat yang selalu mengakibatkan gelombang pasang dan menyapu perumahan nelayan di 9 km pesisir Pantai Ampenan.
”Sinkronisasai telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram baik dengan Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Pusat, dan hasilnya ada beberapa anggaran yang sudah dialokasikan untuk hal tersebut”, ungkap Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dalam acara Sosialisasi Rencana Pengembangan Kawasan Pantai Ampenan di Ruang Kenari, Kamis (12/1). Acara yang dihadiri oleh Sekda Kota Mataram H.L Makmur Said dan beberapa Kepala SKPD terkait tersebut menghadirkan pula tokoh-tokoh masyarakat dari kawasan Pantai Ampenan.
Dalam rencana yang di sosialisasikan tersebut, terungkap pula bahwa akan dilakukan reklamasi pantai seluas +/- 40 ribu m2 yang diperuntukkan sebagai pelabuhan wisata dan dilengkapi dengan hotel yang berkapasitas 500 kamar.  Bahkan diperlukan total 5 ha lahan untuk menunjang proyek yang rencananya akan segera disusun aturan-aturan untuk mendukung kelancaran pembangunan kawasan Pantai Ampenan. ”Ini merupakan sebuah proyek yang selain akan menjadikan sebuah solusi mengatasi gelombang pasang yang selalu melanda Pantai Ampenan setiap tahunnya, tapi juga sebagai bentuk pemanfaatan sebuah kawasan agar dapat menjadi sebuah aset daerah yang bernilai ekonomis”, terang Walikota.

Tapi dengan kisaran dana yang diperkirakan mencapai 1,3 Trilyun rupiah, Pemerintah Kota Mataram juga harus menggandeng pihak ke-3 untuk pengembangan kawasan Pantai Ampenan ini. Bahkan H. Ahyar menginstruksikan kepada pihak-pihak yang terkait agar segera menyiapkan segala sesuatunya dan proses tender dapat segera dilakukan tahun 2012 ini, sebab akses jalan menuju menuju kawasan Pantai sangat perlu untuk segera dibenahi begitu pula dengan sosialisasi kepada masyarakat yang harus sesegera mungkin dilakukan.
(pun_humas/dik_foto)

Selasa, 10 Januari 2012

PEMKOT MATARAM GELAR RAKOR KAMTIBMAS


Sebagai upaya antisipasi keamanan dan kenyamanan di Kota Mataram, Selasa (10/1) Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama Polres Mataram menggelar rapat koordinasi (rakor) keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bersama sekitar 200 orang dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Babinkamtibmas (Bintara Pembina Ketertiban dan Kemanan Masyarakat), SKPD terkait serta camat dan lurah se-Kota Mataram di aula lantai tiga lingkup Kantor Walikota Mataram.
          Kapolres Mataram AKBP. Kurnianto Purwoko SH mengatakan rakor tersebut dimaksudkan untuk melakukan sinkronisasi kinerja dan kerjasama aparat sekaligus membahas berbagai permasalahan keamanan yang terjadi akhir-akhir ini. Agar ke depan aparat mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
          Menurutnya dalam upaya tersebut pihaknya telah menempatkan 50 personel Bhabinkamtibmas yang tersebar pada tiga Polsek di Kota Mataram, meliputi Polsek Mataram, Ampenan dan Cakranegara bertugas dalam penanganan kasus kenakalan anak dibawah umur, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) namun dalam hal ini hanya sebatas sebagai fasilitator, serta penanganan kasus tindak pidana ringan, misalnya pencurian dalam keluarga dengan cara penyelesaian kasus di luar jalur hukum. Terkait dengan itu pihaknya berharap agar masyarakat dan aparat dapat segera melaporkan permasalahan sekecil apapun yang dapat menggangu keamanan masyarakat,” imbuhnya.

          Sementara Dandim 1606/ Lobar Letkol. Inf. Waris Ari Nugroho SH mengakui Kota Mataram sebagai  Ibu Kota Propinsi menjadi pusat berbagai kegiatan tidak terkecuali dalam bidang keamanan. Sebab kendati terjadi masalah di kabupaten/kota lainnya aksi demo tetap berlangsung di Kota Mataram. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Polres Mataram dan Pemkot Mataram.
          Kendati demikian Babinsa  dari Danramil 1606/Lobar tidak tinggal diam, melainkan turut berperan serta mencari solusi bahkan turun langsung ke lapangan untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman. “ Saat perayaan Natal dan tahun baru, kami juga ikut melakukan patroli memantau keamanan,” ungkapnya.        Dia menilai dengan adanya sinkronisasi kinerja, beban yang diemban bisa dipikul bersama sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
          Sementara dalam sambutannya Walikota Mataram H. Ahyar Abduh melalui Kepala Bakesbanglinmas Kota Mataram HL. Junaidi mengatakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Mataram, masyarakat diminta berperan aktif utuk menjaga keamanan dan ketertiban  dimulai dari tingkat RT/RW, dan lingkungan masing-masing, sehingga Kota Mataram menjadi wilayah yang nyaman dan aman untuk ditempati. Terlebih saat ini sudah mulai ada laporan beberapa tindak kejahatan yang dapat berpotensi menimbulkan keresahan bagi warga lainnya.  “ Kalau daerah kita aman, dapat dijamin investor banyak masuk, itu tentu berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Kota Mataram,” katanya.
Di samping itu lanjut beliau, camat lurah juga dituntut mampu memberikan pengarahan serta tata cara menangani berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat sedini mungkin agar tidak menjadi masalah besar.
Kegiatan rakor ditutup dengan penyerahan buku panduan tentang upaya penanganan keamanan oleh Kapolres Mataram kepada Kepala Bakesbanglinmas Kota Mataram dan Dandim 1606/Lobar.(nir/dina foto humas)

PEMKOT SIGAP ANTISIPASI BENCANA


Mengantisipasi masuknya musim penghujan tahun 2012, Pemerintah Kota Mataram telah bersiap dalam menghadapi bencana yang ditimbulkan akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim yang tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia. Sejumlah langkah antisipatif telah diambil Pemkot Mataram dengan membentuk Tim Koordinasi Penanganan Bencana Kota Mataram.
Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Kota Mataram Senin (9/1), Wakil Walikota, H.Mohan Roliskana, S.Sos, MH menekankan kepada seluruh aparatur Pemerintah di tingkat bawah (Camat, Lurah) untuk tetap mewaspadai kondisi cuaca yang dalam sepekan terakhir ini kerap diguyur hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.
Wawali menekankan aparaturnya untuk dapat melayani masyarakat dengan cepat dan tepat baik pada saat bencana maupun paska bencana. Pelayanan yang dimaksud diharapkan agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang lokasinya tertimpa bencana.
Selain melakukan rapat koordinasi, Wakil Walikota juga melakukan pemantauan terhadap kesiapan perlengkapan seperti kendaraan, mesin pemotong kayu, tenda darurat serta bahan makanan. Disamping itu pihaknya juga meminta satuan tugas yang berada di bawah Tim Koordinasi Pengangan Bencana Kota Mataram untuk dapat lebih tanggap dalam menyikapi kondisi di lapangan.

Ditempat terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Drs. M. Kemal Islam menyebutkan, pihaknya saat ini telah menyiagakan satgas Tim Reaksi Cepat (TRC), Tagana (Tanggap Bencana) serta sejumlah personil dari SKPD terkait seperti Pol PP, Dinas Kebersihan, Dinas PU dan Dinas Pertamanan. Dari sisi logistik, pihaknya telah menyiapkan 500 paket sembako yang siap di distribusikan ke lokasi bencana. Selain itu pula sejumlah peralatan dan perlengkapan seperti mesin pemotong kayu, tenda posko, tenda ungsi dan tenda keluarga telah juga disiapkan pihaknya.
Berdasarkan topografi Kota Mataram, 2 potensi bencana yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca yaitu banjir dan gelombang pasang. Sejumlah wilayah yang rawan banjir lanjutnya berada di wilayah selatan Kota Mataram. Lokasi ini diakuinya merupakan daerah yang terbilang rendah sehingga mudah menerima luapan kali unus yang merupakan kali yang besar di wilayah selatan. Selain itu, gelombang pasang juga merupakan bencana yang kerap melanda Kota Mataram, mengingat Kota Mataram memiliki garis pantai yang cukup panjang yakni 9 kilometer. Dalam mengantisipasi hal tersebut pihaknya juga telah menyiapkan karung pasir sebagai penahan air sementara yang dapat digunakan sebelum bencana banjir dan gelombang pasang tiba.
Selain itu pula, pihaknya telah menyiagakan nomor panggilan darurat yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian yang ada di wilayah mereka di nomor (0370) 622352.(dh/foto nyem humas)