Rabu, 22 Februari 2012

PERWAL HIBBAH DANA PEMBANGUNAN KELURAHAN DISOSIALISASIKAN


            Peraturan Walikota Mataram No.9 tahun 2012 tentang hibbah  Dana Pembangunan Kelurahan (DPK) Kota Mataram disosialisasikan. Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti 50 orang perwakilan BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) dan LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) di ruang kenari lingkup Kantor Walikota Mataram, Rabu (22/2) dipimpin Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) H. Syaiful Mukmin dan Sekertaris Bappeda Kota Mataram L. Martawang, kegiatan itu bertujuan untuk percepatan pembangunan menuju Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya.
          Walikota Mataram H. Ahyar Abduh saat membuka sosialisasi menyampaikan kepada pengurus BKM dan LKM se Kota Mataram agar dapat memanfaatkan  dana DPK sebesar Rp 50 pada masing-masing kelurahan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.  Pemberian DPK dimaksudkan untuk melibatkan masyarakat, bukan hanya perencanaan pemerintah, tetapi masyarakat harus ikut berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan, salah satunya jalan lingkungan serta keperluan-keperluan lainnya di masyarakat.
          Hal itu sesuai dengan arahan kegiatan DPK yakni, diprioritaskan pada program kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat secara langsung,  serta merupakan dana stimulan fisik sebagai aplikasi hasil MPBM kelurahan. “Sehingga setiap ada kegiatan pembangunan, diharapkan ada partisipasi masyarakat memberikan bantuan,” katanya.
          Dalam kesempatan itu pula, Walikota menyampaikan bahwa tidak ada satu lingkungan  atau kelurahan pun di Kota Mataram ini yang di ‘anak tirikan’. Akan tetapi programlah yang belum sampai ke kawasan tersebut karena keterbatasan anggaran, namun akan tetap dilakukan pembangunan secara bertahap. Tahun 2012 ini infrastuktur diprioritaskan, drainase, perbaikan jalan lingkungan, perbaikan rumah tidak layak huni termasuk perumahan nelayan, pembangunan jalan baru di Pengulu Agung sepanjang 2 kilo meter (KM), pelebaran Jalan Gajah Mada dan perencanaan Jalan Bung Hatta tembusan ke Jalan Sudirman. (nir/nyem foto humas)

57 PERSEN GURU DI KOTA MATARAM SUDAH BERSERTIFIKAT


      Sebesar 57 persen atau 1.662 orang dari 3.226 guru di Kota Mataram sudah bersertifikasi. Hal ini diharapkan mampu memotivasi para guru untuk meningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Mataram, sedangkan sisanya dapat segera menyusul.  Pernyataan itu dilontarkan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh usai menyerahkan secara simbolis sertifikasi terhadap 634 guru di aula lantai tiga lingkup Kantor Walikota Mataram, Selasa (21/2).
          Menurutnya, program prioritas Kota Mataram dalam bidang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), memposisikan pendidikan sebagai faktor penting dan strategis mewujudkan keberhasilan pendidikan di Kota Mataram. Untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Mataram, Pemerintah Kota Mataram juga telah mengalokasikan Dana Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebesar Rp 3,8 miliar.
 Penyerahan sertifikasi merupakan tanda kualitas guru sangat memadai sehingga harus dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan pada masing-masing sekolah, terlebih lanjutnya, saat ini dunia pendidikan tengah bersiap-siap menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Pemerintah Kota Mataram telah menargetkan kelulusan 100 persen pada tahun ajaran ini.

 Di sisi lain, Walikota juga berharap agar selain tenaga guru berkewajiban untuk memberikan pendidikan di sekolah, para guru juga hendaknya mampu mengimplikasikan kemampuan kompetensi sosial dengan melakukan berbagai gerakan sosial kemasyarakatan. Salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk membersihkan saluran yang ada di lingkungan masing-masing. ”Hal itu sebagai salah satu upaya mengurangi genangan di Kota Mataram, sehingga tidak semua masalah ditangani dan tanggung jawabnya dikembalikan ke pemeritah,” imbuh Walikota.
Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Isin menambahkan program sertifikasi guru yang dimulai sejak tahun 2006 telah menghantarkan 1.847 guru di Kota Mataram bersertifikasi, 1.662 orang merupakan PNS (Pegawai Negeri Sipil) sementara sisanya non PNS.
Sedangkan untuk tahun 2012 masih dalam proses sebanyak 813 guru akan mengikuti Ujian Kompetensi Awal (UKA) pada tanggal 25 Februari 2012. ”Sertifikasi diberikan setelah guru bersangkutan dinyatakan lulus pada empat ujian kompetensi, yakni kompetensi periodik, sosial, kepribadian dan kompetensi profesional,” jelasnya.
Untuk diketahui, kegiatan penyerahan sertifikasi guru dan pengawas yang lulus tahun 2011 tersebut dihadiri Kepala Dikpora Kota Mataram, H. Ruslan Efendi beserta jajarannya, Ketua Dewan Pendidikan H. H. Adnan Muchsin, Ketua PGRI Kota Mataram Drs. Saptadi Akbar, serta kepala sekolah. (nir/nyem foto humas)

Jumat, 17 Februari 2012

PNS SETDA KOTA MATARAM BERBONDONG HADIRI PERINGATAN MAULID NABI


Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Imtaq para karyawan lingkup Setda Kota Mataram pada hari Jum’at (17/2) kemarin. Pelaksanaan Imtaq yang dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W dihadiri oleh hampir 90% karyawan Setda Kota Mataram. Ada rasa gembira terpancar dari wajah Walikota Mataram melihat ruangan Aula lantai III Kantor Walikota Mataram tersebut penuh sesak dengan para karyawan yang antusias mengikuti Tausyiah yang disampaikan dengan segar oleh TGH Muhtar Majdi.
Walikota Mataram H. Ahyar Abduh berkeyakinan, “ini semua lebih dikarenakan kesadaran yang mulai tumbuh pada masing-masing karyawan dan bukan disebabkan paksaan dari para atasan mereka”, ungkapnya dengan nada bercanda. “Kita semua harus tetap mengingat bahwa jabatan dan rezeki adalah amanah yang dititipkan Allah S.W.T untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan kita sebagai Pegawai Negeri Sipil bertugas mengabdi dan melayani masyarakat sebaik baiknya”, lanjutnya.
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W yang dilaksanakan di Aula lantai III Kantor Walikota Mataram, mengangkat tentang ketauladanan Rasulullah bagi seluruh manusia di muka bumi. TGH Muhtar Majdi mengungkapkan, “bahwa peringatan Maulud Nabi Muhammad S.A.W merupakan rasa syukur atas diutusnya Rasulullah untuk menuntun umat manusia ke jalan yang diridhoi Allah”. Pimpinan Pondok Pesantren di wilayah Ireng Gunung Sari tersebut menjelaskan, “ada 2 kenikmatan yang patut kita syukuri yaitu : nikmat lahirnya Rasulullah dan nikmat turunnya Al-Qur’an”.
“Iman merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya, sebagai bukti adalah : Abu Thalib yang merupakan paman sekaligus pelindung Nabi, hingga ajalnya tidak diberi hidayah untuk memeluk Islam. Bahkan Allah menurunkan surat At-Taubah yang memperingatkan akan “kesia-siaanlah apabila seorang muslim memintakan ampunan bagi seorang yang bukan muslim”, tak terkecuali bagi paman Nabi sekalipun”, tegas TGH Muhtar Majdi.
“Dengan diadakannya majelis Ta’lim seperti ini diharapkan ilmu yang akan berimbas pada keimanan kita yang berada di lingkup PNS Kota Mataram dapat terus semakin kuat, sebab iman akan semakin kuat dengan ilmu dan melemah dengan kebodohan, kemudian kekuatan iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan”, tutupnya.(pun/foto dik)

Selasa, 14 Februari 2012

SISWA SMP KURANG MAMPU DAPAT BIMBEL GRATIS DARI BAZDA MATARAM


Meskipun ada pendidikan gratis yang diluncurkan pemerintah, namun  belum mampu menjangkau kegiatan Bimbingan Belajar bagi pelajar. Karenanya Pemerintah Kota Mataram memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Mataram yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dikpora) Kota Mataram untuk memberikan Bimbingan Belajar (Bimbel) cuma-cuma bagi siswa tidak mampu. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir HL Makmur Said  MM, mewakili Walikota Mataram saat membuka pelaksanaan Bimbingan Belajar bagi siswa  kurang mampu di Kota Mataram untuk tingkat SMP, yang dilaksanakan secara simbolis di SMPN  12, Selagalas Mataram, Sabtu, 11 Februari 2012.
Ditambahkan Makmur Said bahwa Pemerintah Kota Mataran tidak pernah berhenti untuk mencari berbagai model program untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. “Kami melihat kegiatan bimbel yang dikerjasamakan antara Bazda dengan Dikpora, hasilnya sangat bagus,” tandas Sekda Mataram. Bahkan dalam kerjasama yang saat ini memasuki tahun ketiga, terus dilakukan penyempurnaan  didalamnya, seperti jumlah peserta, modul pembelajaran, para pengajar dan sebagainya.
Program Bimbel bagi siswa bagi siswa kurang mampu ini merupakan bentuk pemerataan sehingga semua siswa setingkat SMP di Kota Mataram memiliki kesempatan sama untuk meningkatkan kualitas belajarnya melalui Bimbingan Belajar. Dengan kesempatan mengikuti Bimbel dari tanggal 11 Februari hingga 15 Maret 2012 diharapkan para siswa memiliki kesiapan yang lebih baik untuk UAN, tambah Makmur Said. Selanjutnya diharapkan agar kesempatan Bimbel yang diperoleh bagi siswa ini juga mendapat dukungan penuh dari para orang tua, sehingga  pada saatnya nanti, siswa SMP Kota Mataram dapat mengikuti Ujian Nasional dengan persiapan yang maksimal.

Sementara itu Kabid Pendidikan Dasar Dikpora Kota Mataram,H Zaenal Arifin SE dalam Laporannya mengatakan bahwa sumber anggaran untuk pelaksanaan Bimbel ini sepenuhhnya didanai oleh Bazda Kota Mataram.  Pada Tahun ajaran 2011/2012 terjadi peningkatan jumlah siswa dan sekolah yang diikutsertakan untuk kegiatan Bimbel yakni sebanyak 1228 siswa pada 43 sekolah SMP, MTs Negeri dan Swasta di Kota Mataram, dimana pada tahun sebelumnya Bimbel dari Bazda diberikan kepada 6 sekolah (2010) dan 8 sekolah (2011).  Dikpora telah melakukan seleksi kepada para guru sehingga Bimbel ini didukung oleh para pengajar yang sangat berkompeten di bidangnya. Dikatakan Zaenal dengan Bimbel ini dapat mendorong kesiapan mental siswa menghadapi UAN mendatang juga meningkatkan kemampuan pencapaian nilai, yakni selain mempertahankan tingkat kelulusan 100 persen pada tahun lalu juga dapat memperbaiki nilai rerata siswa SMP pada hasil UAN mendatang.  Selain itu, Dikpora  Kota Mataram juga berencana  mengadakan beberapa tryout menjelang UAN berlangsung. 
Pada pembukaan tersebut tampak hadir Ketua Bazda Kota Mataram H Mahsar Malacca SH, Ketua Dewan Pendidikan Kota Matarm H Adnan Muchsin S.Si,  para guru perwakilan SMPN se-Kota Mataram, serta perwakilan siswa SMP se kota Mataram. Menandai dimulainya Bimbel secara serentak di sekolah-sekolah SMP, Sekretaris Daerah Kota Mataram  Ir Makmur Said MM, menyerahkan modul bahan pembelajaran Bimbel kepada para siswa peserta Bimbel. (tina/foto Bazda)

MENEG KOPERASI DAN UKM BERKUNJUNG KE KOTA MATARAM


           Walikota Mataram H. Ahyar Abduh berharap besar atas kedatangan Menteri Negara (Meneg) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan  yang berkunjung ke Koperasi  Sejahtera Bersama  di Kelurahan Pagutan Kota Mataram, Sabtu (11/2).  Walikota menilai kedatangan Menteri Negara Koperasi dan UKM tersebut akan memberikan dampak positif terhadap keberadaan Koperasi di Kota Mataram khususnya.
          “Dengan melihat langsung kondisi Koperasi di Kota Mataram, pemerintah pusat akan mengetahui keberhasilan koperasi yang patut menjadi contoh bagi daerah lain, serta kelemahan koperasi yang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat,” paparnya.
          Menurutnya, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat perkembangan Koperasi di Kota Mataram, khususnya Koperasi Sejahtera Bersama yang pada tahun 2010 lalu telah mendapat bantuan berupa mesin bordir komplit dengan nilai Rp 410 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM. “Alhamdulillah setelah adanya bantuan itu, usaha Koperasi Sejahtera Bersama terus berkembang dan produksi jahitan 240 anggotanya pun mengalami peningkatan,” katanya.
          Terkait dengan itu Walikota berharap agar program-program koperasi dan UKM untuk Kota Mataram ke depan lebih banyak lagi. Sementara terkait dengan promosi, lanjut Walikota pihaknya akan mengarahkan setiap ada kegiatan pembuatan kaos, seragam dan lainnya untuk diproduksi di koperasi, sehingga dapat memberikan dampak langsung terhadap pengusaha di Kota Mataram. Karena selama ini pemesanan selalu dilakukan ke luar daerah.

          Kegiatan kunjungan tersebut Menteri Negara Koperasi dan UKM didampingi  Wakil Gubernur NTB, H. Badrul Munir, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh,  Asisten II Setda Kota Mataram H. Efendi Eko Saswito serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tingkat Propinsi NTB dan Kota Mataram.
          Dalam arahannya Menteri Negara Koperasi dan UKM meminta kepada semua pengurus Koperasi di NTB agar lebih aktif dan kreatif mencipatakan wira usaha baru, dengan harapan untuk membantu percepatan peningkatan kesejahteraan masyakat di NTB. “Namun demikian, pemerintah setempat juga tidak tinggal diam. Artinya, harus terus memberikan pembinaan dengan memperhatikan program-program yang sudah dijalankan dan akan dilaksanakan,” pintanya.
          Selain itu Menteri Negara Koperasi dan UKM juga merespon harapan dari Walikota Mataram. “Apapun yang menjadi harapan dan aspirasi daerah tetap kita sikapi, akan tetapi harus dengan skala prioritas dan bertahap,” ujarnya mengakhiri. (nir/yudi foto humas)