“Aparat pemerintah di lingkup Kota Mataram tidak boleh tidur. Tetapi harus bergerak cepat, tepat dan cerdas, bersama organ-organ dan sel-sel syaraf menuju percepatan pembangunan di daerah ini,” penegasan itu dilontarkan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) persiapan Kota Mataram sebagai tuan rumah pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada bulan Juni 2012 mendatang,di ruang kenari lingkup Kantor Walikota setempat, Jumat (30/3).
Walikota didampingi Wakil Walikota H. Mohan Roliskana dan Sekda Kota Mataram Ir. HL. Makmur Said MM serta dihadiri semua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat, meminta semua kepala SKPD agar segera melakukan konsolidasi, komunikasi terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dalam melaksanakan program mensukseskan even Harganas. Kita ingin sukses dalam penyelenggaraan, sukses ekonomi serta sukses image. Mengingat tamu yang akan hadir dalam Harganas ini mencapai lebih dari 10 ribu orang,” bebernya.
Walikota juga menekankan kepada tiga SKPD yang memiliki peran besar dalam mensukseskan Harganas ini, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pertamanan dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). PU harus bersama Dinas Pertamanan harus fokus melakukan penataan-penataan terhadap wajah Kota Mataram. Seperti pembenahan infrastruktur, penataan trotoar, pengecatan marka jalan, penataan taman, ornamen-ornamen lampu. “Pokoknya dua dinas ini harus membuat Kota Mataram Cantik,” tegasnya.
Sementara Diskoperindag, menyiapkan sentra-sentra industri kerajinan dan kuliner khas Kota Mataram. Pasalnya, Kota Mataram terkenal dengan kerajinan cukly, emas mutiara, dan mulai mulai terkenal batik Sasambo (Sasak Sumbawa Mbojo). “Kondisi lokasi sentra industri juga harus diperhatikan agar layak dikunjungi, silahkan berkoordinasi dengan SKPD terkait,” saran Walikota. (nir/yudi foto humas)
Senin, 23 April 2012
Kamis, 29 Maret 2012
Walikota
dan Wakil Walikota Sidak Pembangunan Jembatan Gantung
Untuk meninjau berbagai kebutuhan
fasilitas pendukung di Jembatan Gantung yang berada di Karang Baru, Kecamatan
Selaparang Kota Mataram, yang pengerjakan fisisknya baru saja rampung. Walikota Mataram H. Ahyar Abduh bersama Wakil Wali Walikota
H. Mohan Roliskana didampingi beberapa Kepala SKPD terkait melakukan sidak (insfeksi
mendadak) ke lokasi Jembatan Gantung, Kamis (29/3).
Dalam kesempatan itu Walikota bersama
Wakil Walikota beserta jajaran terkait mencoba melintas di Jembatan Gantung
sambil meminta penjelasan pemanfaatan lahan pada ujung Utara dan Selatan
bangunan Jembatan Gantung. Walikota telah membagi tugas kepada SKPD terkait
untuk melakukan penataan lebih lanjut terhadap keberadaan Jembatan Gantung.
“Dinas Pertamanan bertugas
merampungkan taman dan ornament lampu, Dinas Koperasi Perindustrian dan
Perdagangan (diskoperindag) akan menata keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan
Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan masalah perairan kali Janggkuk yang
sudah mulai dangkal,” paparnya.
Walikota menargetkan penataan Jembatan
Gantung harus rampung sebelum kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 30
Juni 2012, sebab Kota Mataram akan menjadi tuan rumah kegiatan yang berskala
nasional tersebut. Sehingga, kendati kegiatannya dipusatkan di eks Bandara
Selaparang namun Jembatan Gantung, Taman Sangkareang, Taman Loang Baloq , Taman
Selagalas dan beberapa taman dan fasilitas umum lainnya yang ada di Kota Mataram
akan menjadi incaran sekitar 10 ribu tamu yang datang ke Kota yang bermoto Maju
Religius dan Berbudaya untuk menghadiri Harganas. “Oleh karena itu, kita harus
segera berbenah,” tegasnya lagi.
Menurutnya, saat ini saja animo
sejumlah warga bahkan wisata domestik dan manca Negara mulai tanpak terlihat
mengunjungi dan mengabadikan Jembatan Gantung yang merupakan jembatan sejarah
dibangun pemerintah Jepang. Jembatan gantung dipertahankan karena selain
memiliki nilai sejarah juga memiliki azas manfaat, sebab merupakan jembatan
pertama dan satu-satunya yang
menghubungkan antara Kelurahan Karang Baru dengan Cemare. Jembata ini khusus diperuntukan bagi pejalan kaki dan akan menjadi ajang rekreasi serta edukasi. (nir/nyem foto humas)
Rabu, 28 Maret 2012
61 Pejabat Eselon II dan III Kota Mataram Dilantik
Sebanyak 61 orang pejabat
struktural eselon II dan III lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dilantik.
Pelatikan dan pengukuhan 61 orang pejabat struktural tersebut dilakukan Walikota Mataram, H Ahyar Abduh di
aula lantai tiga Kantor Walikota setempat, Rabu (28/3).
Mutasi tersebut merupakan mutasi jilid
dua kepemimpinan pasangan H Ahyar Abduh dan H Mohan Roliskana (AMAN) di
Pemerintah Kota Mataram ini terdiri dari 15 orang pejabat eselon II, 43 orang
pejabat eselon III dan tiga orang lainnya merupakan pejabat struktural di Badan
Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram.
Usai pelantikan, Walikota mengatakan mutasi dimaksudkan untuk mengisi kebutuhan
organisasi dan sebagai penyegaran dalam rangka meningkatkan kinerja SKPD di lingkup
Pemerintah Kota Mataram.
Diakuinya kegiatan mutasi ini
memang sudah lama di gaung-gaungkan, namun baru dapat terlaksana hari ini. Hal
itu disebabkan karena Walikota dan Wakil Walikota tidak ingin sembarangan
melakukan mutasi. “Sebelum mutasi semua sudah kita lakukan berdasarkan kajian,
kepatuhan, kelayakan dan track rekor dari masing-masing pejabat. Serta dipastikan tidak ada yang non job,”
jelasnya.
Oleh karena itu, Walikota berharap agar semua
pejabat yang telah dilantik dapat
menjalankan amanah dan kepercayaan yang
telah diberikan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab, demi
peningkatan kualitas pelayanan untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota
Mataram 2010-2015.
Menurutnya, dari sejumlah pejabat
eselon II yang baru dilantik dan dikukuhkan itu, diantaranya ada yang sudah
memasuki masa pensiun namun diperpanjang karena dianggap masih mampu dan
kebutuhan organisasi di Pemerintah Kota Mataram.
Sedangkan pelantikan terhadap
pejabat eselon III, 20 orang di antaranya merupakan jabatan promosi. Selain
untuk penyegaran, juga untuk mengisi jabatan kosong karena pejabat sebelumnya
sudah pensiun.
Terkait dengan itu Walikota berharap
agar para pejabat segera melakukan penyesuaian yang baru dan harmonisasi SKPD
untuk memberikan motivasi terhadap para staf dalam meningkatkan kinerja di
masing-masing SKPD. “Tahun 2012 sebagai periode percepatan pebangunan menuntut
tanggung jawab lebih berat. Selamat bekerja dan menempati posisi baru,” kata
Walikota mengakhiri. (nir/nyem
foto humas)
MATARAM BERADA DIATAS PERINGKAT KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA
Dalam pemaparan hasil survey yang dilakukan Doing
Business 2012 di Hotel Lombok Plaza hari Rabu (28/3), sebagai warga Kota
Mataram kita patut berbangga sebab Kota Mataram menempati peringkat 10 dari 20
kota yang disurvey Doing Business sebagai kota yang memiliki tingkat kemudahan
terbaik dalam hal mendirikan usaha, mengurus izin-izin mendirikan bangunan atau
pendaftaran properti.
Kota Mataram bahkan berada diatas peringkat
beberapa kota besar di Indonesia yang diantaranya seperti : Medan, Surabaya,
Semarang dan Surakarta.
Menurut Sandra Pranoto selaku Associate Operations
Officer International Finance Corporation sebagai bagian dari Bank Dunia, “kemudahan
prosedur pendirian usaha di suatu daerah akan berimbas pada cepatnya
pertumbuhan ekonomi daerah tersebut”.
Ada beberapa kriteria yang dijadikan acuan dalam
melakukan survey bagi Doing Business. Khusus untuk Kota Mataram, dalam hal
kemudahan dalam mendirikan usaha menempati peringkat 10, kemudian untuk
prosedur yang diterapkan Mataram menempati nomor 9, lalu jangka waktu yang
dibutuhkan dalam proses perijinan 31 hari.
Dalam hal ini, R. Endi Jaweng selaku peneliti dari
Doing Business menyampaikan beberapa langkah reformasi untuk meningkatkan mutu
pelayanan di daerah agar lebih menciptakan iklim investasi yang akan menjadi
magnet kuat bagi para investor.
Langkah-langkah tersebut antara lain adalah :
Penyederhanaan izin mendirikan bangunan, melakukan penggabungan perizinan
lokasi lebih lanjut, dan meningkatkan komputerisasi dalam pelayanan perizinan
mendirikan bangunan.(pun/humas,dik/fto)
KUNKER KOMISI C DPRD KOTA JAMBI DAN KOMISI III DPRD KABUPATEN SINTANG
Kota Mataram
ternyata bukan hanya menarik bagi para investor untuk menanamkan investasinya
di Kota ini,
tapi juga menarik minat dari daerah lain untuk mengadakan kunjungan kerja
(kunker) sebagai bahan perbandingan dan masukan bagi pembangunan di daerahnya
masing-masing. Seperti pada hari Selasa (27/3), Kota Mataram menerima kunker
dari 2 daerah sekaligus. Daerah tersebut adalah dari Komisi C Kota Jambi dan Komisi III Kabupaten Sintang
Propinsi Kalimantan Barat.
Ir. M.A Fauzi
selaku Ketua Rombongan dari Kota Jambi menyampaikan “dengan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) yang 883 milyar dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 61
milyar rupiah, Kota Jambi mencoba mencontoh Kota Mataram yang berhasil
meningkatkan PAD-nya dari target 52,1 milyar menjadi 65 milyar di tahun 2012”. Dengan
berpindahnya Bandara Selaparang dari Kota Mataram, mengakibatkan berkurangnya
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejumlah 700 juta rupiah. Dengan kata lain,
Pemerintah Kota Mataram harus mencari sumber pemasukan lain bagi PAD Kota
Mataram.
Sejauh ini Kota
Mataram berhasil mengatasi masalah tersebut, dengan semakin bertumbuhnya sektor
perdagangan dan perekonomian di Kota Mataram mengakibatkan iklim investasi
menjadi magnet yang sangat menarik bagi para investor.
Tentu saja semua
itu tercapai dengan didukung pembangunan infra struktur yang memadai di Kota
Mataram. Untuk itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jepre Edward, S.E dalam
sambutan perkenalannya mengatakan, “dengan jumlah rombongan yang sekitar 20
orang ini kami bermaksud mempelajari bagaimana penyelenggaraan Pendidikan,
Kesehatan dan PAD yang dinilai berhasil di Kota Mataram untuk diterapkan di
daerah kami”. “Karena daerah kami yang nota bene berada di perbatasan RI dengan
Malaysia
mempunyai kendala dalam peningkatan di 3 bidang tersebut”,tutupnya.(pun/humas,dik/fto)
KALI UNUS DAN ANCAR JADI ’PR’ PEMKOT MATARAM 2012
Kondisi Kali Unus dan Ancar Kota Mataram yang hampir
setiap musim penghujan meluap hingga ke rumah penduduk sekitar menjadi ’PR’
bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tahun 2012. Pernyataan itu dilontarkan
Walikota Mataram H. Ahyar Abduh disela-sela penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
Walikota Akhir tahun 2011 dalam sidang Paripurna DPRD Kota Mataram di ruang
sidang DPRD Kota Mataram, Senin (26/3).
Menurut Walikota, Kali Unus dan Ancar
harus segera mendapatkan penanganan secara berkala dari SKPD terkait untuk
melakukan normalisasi kali, sembari menunggu anggaran untuk pembangunan jetty
atau alat pemecah gelombang. Dengan adanya normalisasi yang dibarengi dengan
pemberian sosialisasi kepala masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir
terjadinya luapan air kali ke permukiman penduduk. “Kita ingin tahun 2012 ini,
Pemerintah dapat berbuat lebih banyak lagi dalam mengakomodir kepentingan
masyarakat,” katanya.
Secara umum LKPJ merupakan laporan gambaran
hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama tahun 2011 sebagaimana
tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram tahun 2011.
Dimana terdapat empat prinsip
perencanaan dan penganggaran yang sinergis dengan kebijakan pemerintah pusat
dan pemerintah propinsi NTB, meliputi pro-poor
, yang memihak pada pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin. Pro-job, yang dapat memperluas
kesempatan kerja, pro-Growth yang
dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan pro-Environment dengan tetap memperhatikan keberlanjutan fungsi dan
kelestarian lingkungan hidup.
Dalam sidang Paripurna DPRD Kota
Mataram yang dipimpin Wakil Ketua DPRD setempat H.Didi Sumardi SH dan dihadiri
Wakil Walikota H. Mohan Roliskana, anggota DPRD Kota Mataram serta Kepala
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram,
Walikota menyampaikan pada tahun 2011 Pemkot Mataram mengelola anggaran
Pendapatan Daerah sebesar Rp. 648,8 miliar lebih, dengan pengeluaran pembiayaan
sebesar Rp. 731,6 miliar lebih dan penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 83,7
miliar lebih.
“Pendapatan Daerah mengalami peningkatan dari Rp
531,9 miliar lebih tahun anggaran 2010 menjadi 648,8 miliar pada tahun 2011
atau meningkat 21,98 % dengan realisasi sampai akhir tahun anggaran sebesar
104,67% dari target yang ditetapkan,” paparya. (nir/
nyem foto humas)
PAWAI OGOH OGOH SAMBUT HARI RAYA NYEPI 1934
Perayaan
Pawai Ogoh ogoh yang merupakan tradisi Ummat Hindu menjelang datangnya Hari
Raya Nyepi berlangsung semarak di Kota Mataram. Tidak kurang dari 129 ogoh ogoh
yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat diarak menyusuri ruas Jalan
Pejanggik, kamis (22/03).
Mengambil
start di halaman Kantor Lurah Cakranegara Barat, ratusan ogoh ogoh tersebut
diarak menuju arah timur hingga ke perempatan Cakranegara dan balik kembali ke
banjar masing masing.
Pawai
Ogoh ogoh yang dihadiri oleh sejumlah Tokoh Lintas Agama Kota Mataram, Anggota
DPD RI, Bq. Diyah Ratu Ganefi, serta Kapolres Mataram ini berlangsung dengan
lancar.
Dalam
sambutannya, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S.Sos, MH mengaku
bangga dan merasa penting untuk menghadiri event agama dan adat yang dipadati
oleh ribuan pengunjung.
Mohan
mengakui, keberadaan ummat Hindu di Kota Mataram telah memberikan banyak
kontribusi terhadap kemajuan Kota Mataram. Oleh karenanya Wawali sangat
bersyukur, harmonisasi antar ummat beragama di Kota Mataram dapat berjalan
dengan baik. Ia juga meyakini, ummat Hindu di Kota Mataram akan terus mendukung
proses pembangunan di Kota bermotto “Maju Religius dan Berbudaya” ini.(dh/yudi foto humas)
Langganan:
Postingan (Atom)