Kamis, 05 Januari 2012

FORUM KABUPATEN SEHAT KEPULAUAN SELAYAR STUDY BANDING KE KOTA MATARAM


           Keberhasilan Kota Mataram meraih penghargaan  Swasti Saba Wiwerda bidang kesehatan lingkungan tingkat Nasional tahun 2011 manjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan study banding ke Kota Mataram, Selasa (3/1). Sebanyak 23 orang peserta study banding tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Forum Kabupaten Sehat Hj. Nurma Syahril dan diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr.IGK. Lania, Ketua Forum Kota Sehat Kota Mataram Suhirman Adita, serta seluruh pejabat terkait lingkup Pemkot Mataram di ruang kenari Kantor Walikota Mataram.
          Ketua Forum Kabupaten Sehat Hj. Nurma Syahril yang juga menjabat sebagai Ketua TP. PKK Kabupaten Kepulauan Selayar menjelaskan, study banding tersebut dimaksudkan untuk belajar strategi dan kebijakan progam serta kiat-kiat Pemkot Mataram yang dikembangkan bersama masyarakat sehingga berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda bahkan hingga tiga kali. “Sementara kami baru mendapatkan Swasti Sabapadapa. Padahal kami sudah berusaha secara maksimal meningkatkan upaya dan koordinasi dengan pihak kecamatan,” paparnya.

          Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. IGK. Lania menjelaskan Pemkot Mataram mulai mengikuti lomba bidang kesehatan lingkungan tingkat nasional sejak tahun 2005 dan waku itu berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa serta tiga kali meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda (tahun 2007,2009 dan 2011). “Tahun 2011 lalu sebenarnya Kota Mataram layak diberikan Penghargaan Swasti Saba Wistara, namun pemerintah pusat masih bertahan memberikan kita Swasti Saba Wiwerda,” katanya.
          Sementara Ketua Forum Kota Sehat Kota Mataram Suhirman Adita memaparkan beberapa  program serta upaya Forum Kota Sehat bersama masyarakat dan Pemkot Mataram dalam meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda. Dengan rincian, menetapkan lima tatanan yakni, pertama tatanan permukimman, sarana dan prasaran sehat  meliputi, udara sehat, sungai, sekolah, pengelolaan sampah, pasar sehat dan sarana olahraga. “ Dalam hal ini Forum Kota Sehat menjadi depan dalam gerakan Mataram Hijau,” jelasnya.
          Ke dua tatanan pelayanan angkutan umum meliputi terminal, penataan serta kawasan rawan kecelakaan. Ketiga kawasan program dan gizi meliputi ketersediaan pangan, mulai dari distributor, konsumsi, kewaspadaan dan kemasyarakatan. Keempat tatanan kehidupan sosial yang sehat dan kehidupan masyarakat sehat serta mandiri dengan terus melakukan sosialisasi tentang prilaku hidup bersih dan sehat, bahaya narkoba, imunisasi, serta penyediaan air bersih.
          Berdasarkan hasil evaluasi dari lima tatanan itu sebenarnya Kota Mataram layak ‘naik kelas’ dengan mendapatakan penghargaan Swasti Sabawistara karena syarat-syarat sudah terpenuhi yakni, memiliki lima tatanan, program mencakup 70 persen kecamatan, melaksanakan 70 persen setiap tatanan sementara Kota Mataram sudah 100 persen, dan terintegritasnya aspek fisik, sosbud, ekonomi dan kesehatan, serta adanya gerakan masyarakat. “Namun harus kandas, karena tahun ini tidak ada yang ‘naik kelas’, bahkan dari enam kabupaten/kota yang ikut dari NTB, Kota Mataram berhasil bertahan di Wiwerda dan dua di Padapa, sementara tiga lainnya tidak dapat apa-apa. Ini berarti kriteria semakin sulit,” terangnya. (nir/sony foto humas)

Jumat, 30 Desember 2011

WALIKOTA LANTIK PENGURUS TP PKK KOTA MATARAM

         Bertempat di aula lantai tiga lingkup kantor Walikota Mataram Kamis (29/12), Walikota Mataram H. Ahyar Abduh melantik pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Kota Mataram masa bhakti  2010-2015. Kegiatan pelantikan dihadiri Wakil Walikota H. Mohan Roliskana, Kepala SKPD jajaran Pemkot Mataram serta perwakilan kader Posyandu se Kota Mataram. 
Pengurus TP PKK yang dialantik meliputi, Ketua umum TP PKK Kota Mataram dijabat oleh Ny. Hj. Suryani Ahyar Abduh, Wakil Ketua I Ny. Noviani Danar Kinastri Mohan Roliskana, Wakil Ketua II Ny. Swastining Diah Ramdani Zaini, Wakil Ketua III Hj. Bq. Ernawati Makmur Said, Ketua IV Hj. Bq. Herlina Efendi Eko Saswito. Sementara jabatan Sekertaris I Dra. Dian Ayu Ningrati, SH, Wakil Bendahara Rusniah, S.Pd. Sedangkan Ketua Pokja I di jabat oleh Bpk Mahsin, SH, Ketua Pokja II Hj Nurlaela Suchrawardi, Ketua Pokja III Ny. Haniah Achsyid dan Ketua Pokja IV Ny Rusmini Seneng.
          Sebelumnya, Ketua Umum TP PKK Kota Mataram Ny.Hj Suryani Ahyar Abduh menyampaikan, PKK sebagai satu organisasi kemasyarakatan berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam membantu melaksanakan program-program pembangunan melalui 10 program pokok PKK dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keluarga. Namun demikian, lanjutnya sebagai mitra kerja pemerintah, TP PKK dengan 10 program pokok PKK pada dasarnya bermuara pada masing-masing SKPD, terutama program-program yang berkaitan  degan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya PKK melakukan pembinaan secara berjenjang mulai dari PKK Kecamata, Kelurahan dalam operasionalnya didukung oleh 1.705 kader yang tersebar pada 50 kelurahan .
Pada kesempatan itu pula, Ketua Umum PKK Kota Mataram mengatakan organisasi PKK Kota Mataram tidak menjadi satu kebiasaan, dimana satu organisasi biasanya dilantik terlebih dahulu baru berbuat, tetapi bagi kami ingin menunjukan kinerja sebelum dilantik. Kegiatan yang telah dilaksanakan sebelum dilantik antara lain melaksanakan  silaturrahmi ke PKK kecamatan, promosi hasil olahan usaha produk lokal, sosialisasi program bidang kesehatan, dan pendidikan, mengikuti jambore kader tingkat propinsi NTB. Bahkan TP PKK sudah berhasil mendapatkan beberapa juara diantaranya, Juara I Lomba Posyandu tingkat Propnsinsi NTB, Juara II Lomba Penyuluhan KDRT, Juara II Lomba  Masak Serba Ikan,  Juara III Lomba KSI dan juara II Lomba Poksus UP2K tingkat Propinsi NTB. Di samping itu kegiatan lainnya,  mendistribusikan insentif kader kepada 341 Posyandu. “Untuk dimaklumi insentif kader tahun 2011 hanya dapat dibayarkan 9 bulan. Kami berharap ke depan insentif kader bisa dibayarkan selama 12 bulan,” harapnya.
Menanggapi hal itu Walikota Mataram  H. Ahyar Abduh dengan tegas mengatakan, insentif kader Posyandu Kota Mataram tahun 2012 akan ditingkatkan 100 persen dari Rp20 ribu perbulan menjadi Rp40 ribu perbulan dan akan diterima penuh selama 12 bulan, mengingat kader merupakan ujung tombak dari berbagai program terutama bidang kesehatan di Kota Mataram.

Disisi lain Walikota juga menyampaikan kepada semua pengurus TP PKK Kota                    Mataram yang baru saja dilantik untuk terus berupaya secara sungguh-sungguh untuk mensejahterakan keluarga melalui 10 program pokok PKK. “Intinya Pemkot Mataram siap mendukung, dan saya juga berharap pihak kecamatan dan kelurahan turut  memperhatikan dan mendukung program-program PKK,” ingatnya.
Terlebih tahun 2012 mendatang Kota Mataram akan menjadi tuan rumah pada kegiatan Hari Keluarga Nasional (HKN) yang akan dihadiri sekitar 10 ribu perserta dari berbagai daerah di Indonesia. “Ini tentu sangat membutuhkan peran PKK bersama organisasi wanita lainnya, seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ikatan Keluarga Dewan (IKD), Dharma Wanita Persatuan dan lainnya,” papar Walikota.
Usai pelantikan TP PKK Kota Mataram langsung melaksanakan kegiatan Pengelolaan Program dan Penyuluhan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (LP3 PKK) yang diikuti 56 peserta dari Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pengurus. (nir/nyem foto humas)

Rabu, 28 Desember 2011

2011 MATARAM RELATIF AMAN


Mengakhiri tahun 2011, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh melakukan refleksi akhir tahun bersama media bertempat di salah satu Lesehan di Kota Mataram Rabu (28/12). Dalam diskusi tersebut, Walikota menyebutkan, dalam kurun waktu kepemimpinan AMAN (Ahyar-Mohan) di Kota Mataram, kondisi ketertiban dan keamanan di Kota Mataram cenderung kondusif. Hal ini dikatakannya mengingat hingga akhir tahun 2011 tidak ada kejadian signifikan yang mengganggu kenyamanan warga Kota Mataram dalam berinteraksi sosial.
Disamping itu Ahyar menegaskan, dalam menjalankan roda pembangunan di Kota yang bermoto “MAJU RELIGIUS dan BERBUDAYA” ini, ia mengacu pada 3 (tiga) pilar pembangunan yakni, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur, serta Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Ketiga pilar tersebut menurutnya menjadi landasan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram tahun 2012 yang baru saja di syahkan DPRD Kota Mataram.
Dari sisi peningkatan SDM, pihaknya telah memasukkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total anggaran sesuai dengan amanat UU. Diakuinya, hingga kini belum ada pemerintah yang mampu membiayai seluruh dari komponen pendidikan. Oleh karenanya, sumbangan dari pihak ketiga masih sangat dibutuhkan dalam memajukan pendidikan.
Adanya pungutan di sekolah yang sempat menjadi permasalahan di Kota Mataram, telah ditertibkan dengan mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal), dimana didalamnya diatur 2 hal mendasar yakni Mekanisme Pungutan dan Apa saja yang boleh dibiayai dari dana tersebut.
“2 hal tersebut  wajib diataati oleh penyelenggara pendidikan di Kota Mataram, jika tidak ada sanksi bagi yang melanggar”tegas Walikota.
Jika melihat dari realitas yang ada, kondisi pendidikan di Kota Mataram sedang mengalami peningkatan, hal ini terbukti meningkatnya rombongan belajar sehingga mengakibatkan kelebihan rombongan belajar. Kondisi ini bagi sejumlah sekolah diantisipasi dengan memanfaatkan sejumlah ruang sekolah seperti labolatorium dan fasilitas lainnya sebagai ruang belajar, disamping itu ada juga yang memberlakukan system 2 shift (sekolah pagi dan sore).

Proyek Drainase akan tetap dilanjutkan

Terkait dengan molornya pembangungan drainase di Kota Mataram, Walikota menyebutkan hal tersebut diakibatkan oleh force major (kejadian tidak terduga) seperti cuaca buruk dan kelangkaan semen. Jelang tutup tahun 2011, sejumlah proyek normalisasi drainase di Kota Mataram sempat terhenti beberapa saat karena kelangkaan semen. Namun mulai sepekan ini proyek tersebut sudah kembali normal.
Hingga akhir tahun ini, kondisi pembangungan infrastruktur di Kota Mataram telah mengalami peningkatan. Sejumlah proyek yang telah rampung dilaksanakan seperti hotmix ruas jalan sepanjang 24 kilometer, pembangunan dan normalisasi drainase sepanjang 30 kilometer.
Guna mempercepat pembangunan infrastruktur, pihaknya membutuhkan dana 100 milyar rupiah lebih. Dana tersebut di upayakan pihaknya dari berbagai sumber seperti dana alokasi khusus (DAK), Dana Percepatan Infrastruktur Daerah (DPID) serta APBD Propinsi NTB.
Selain itu, Ahyar juga berharap agar pembukaan jalan baru tidak hanya sekedar wacana. Tahun ini Pemerintah Kota telah membuka jalan baru akses Tohpati-Selagalas yang menelan dana pembebasan lebih dari 2 milyar rupiah. Kedepan Ahyar meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir. Mahmudin Tura yang turut hadir pada diskusi tersebut untuk melakukan kajian terhadap jalur baru seperti ruas jalan Bung Hatta-Jl.Jenderal Sudirman guna mengantisipasi kemacetan di simpang empat Rembiga.
Percepatan lain yang telah dilakukan yakni penataan wajah kota seperti renovasi trotoar, Taman Sangkareang. Langkah ini diambil Walikota mengingat Kota Mataram akan menjadi salah satu tujuan wisata MICE ditahun tahun mendatang. 2012 mendatang, Kota Mataram akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Keluarga Berencana Nasional (HARGANAS).

Pasar Mandalika akan ditata ulang

Selain ifrastruktur jalan sebagai penunjang dari akses ekonomi masyarakat, obyek vital dari keberlangsungan sistem ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas Walikota. Adalah pasar induk Mandalika yang akan ditata ulang. Dalam dokumen APBD Kota Mataram 2012, Pemerintah telah mengalokasikan dana 7,5 milyar rupiah untuk penataan kembali Pasar Induk Mandalika yang menjadi simpul perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Upaya ini lanjutnya, sebagai upaya untuk mengintesifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram.
Pada APBD 2012, Pemerintah telah menetapkan PAD Kota Mataram sebesar 65 milyar rupiah atau meningkat 11 milyar rupiah dari tahun 2010. Peningkatan ini justru disyukuri pihaknya mengingat Kota Mataram telah kehilangan sumber PAD dari Bandara Selaparang sebesar 700 juta rupiah.
Dengan melakukan refleksi akhir tahun dengan media, Walikota berharap agar peran media sebagai pengontrol kebijakan Pemerintah dan menjadi alat pertanggung jawaban pemerintah kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan dengan tetap mengacu pada etika serta kode etik jurnalistik yang jujur dan berimbang.(dh/foto yudi humas)

Senin, 26 Desember 2011

FORUM ASI-GOW KOTA MATARAM GELAR PELATIHAN PARAMEDIS PEREMPUAN





Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kapasitas kepada paramedis khususnya paramedis perempuan, Forum ASI dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram menggelar Seminar Bagi Paramedis Perempuan se Kota Mataram Minggu (25/12).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana,S.Sos, MH mengambil tema “Kesehatan Keluarga menuju pemberdayaan ekonomi rumah tangga” dihadiri oleh para dokter, bidan dan perwakilan kader posyandu se Kota Mataram.
Pada kesempatan tersebut, Wawali berpesan kepada kaum ibu dan calon ibu untuk lebih memprioritaskan pada pemberian ASI sejak dini. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) oleh para ibu diakui selain memberikan system kekebalan tubuh juga memberikan dampak positif bagi psikologi si kecil.
Selain itu pula Mohan berharap agar para bidan dapat menggunakan pendekatan humanis dalam pelayanan terhadap para pasien. Ia menyebutkan, keramahtamahan paramedis justru merupakan obat mujarab yang dapat menyembuhkan para pasien disamping obat obatan yang ada.
Diakuinya, dengan 541 tenaga medik yang tersebar di seluruh Puskesmas se Kota Mataram masih sangat kurang jika dibandingkan dengan rasio jumlah penduduk, namun pihaknya akan terus berupaya untuk mencukupi jumlah tenaga medis sehingga pelayanan prima dapat diberikan kepada para pasien.
Ditempat yang sama, Ketua GOW Kota Mataram, Ny. Kinnastri Mohan Roliskana yang didaulat memberikan materi “Kepribadian Para Medis” menekankan pada fungsi pelayanan paramedis.
Menurutnya, disamping memiliki keahlian kebidanan, paramedis juga dituntut untuk mengedepankan pelayanan. Pembentukan keperibadian paramedis juga sangat diperlukan. Selain mengobati fisik pasien, pengobatan psikologi para pasien juga jauh lebih penting. Ketenangan para pasien dapat mempercepat proses penyembuhan diri mereka”ungkapnya.
Dalam pelayanan, paramedis harus mengedepankan kesabaran, keikhlasan, keramahan serta profesionalisme. Hal lain yang tidak kalah penting lagi yakni terkait penampilan. Hal yang sangat kecil namun sangat berarti bagi para pasien dalam proses penyembuhannya.
Kegiatan yang digelar selama sehari ini juga dirangkaian dengan Perayaan Hari Ibu ke 83 yang jatuh pada tanggal 22 Desember lalu(dh/foto nyem humas)

EVALUASI PELAKSANAAN IBADAH HAJI 2011

Dalam evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2011 dalam lingkup Kota Mataram yang dilaksanakan pada hari Selasa (27/12) di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Kepala Kementerian Kota Mataram H. Badrun melaporkan “ dari 711 orang jamaah haji Kota Mataram ada 2 orang jamaah haji yang meninggal dunia dan kita bersyukur bahwa sudah ada kesadaran dari para jamaah haji untuk selalu memberikan informasi kepada petugas di lapangan mengenai hal-hal yang terjadi di lapangan, sehingga petugas dapat segera mengambil tindakan untuk kelancaran dan kenyamanan ibadah haji para jamaah haji”.

Selain itu, beliau sangat bersyukur akan perhatian yang sangat intens yang diberikan H. Ahyar Abduh selaku Walikota Mataram atas keadaan para jamaah haji di Tanah Suci. H. Badrun menjelaskan, “evaluasi ini selain sebagai bahan laporan kepada Walikota Mataram, tapi juga sangat penting sebagai sarana kritis pelaksanaan haji tahun ini agar pelaksanaan haji tahun depan dapat diperbaiki”, beliau juga secara langsung mengharapkan masukan-masukan dari Pembimbing haji Kota Mataram H. Munawwir, Ketua Kloter, para Ketua regu dan rombongan hingga dari tim kesehatan yang hadir dalam evaluasi haji tersebut.
“Dari sekian banyak masalah yang timbul dari pelaksanaan ibadah haji tahun 2011, saya mencoba menyimpulkannya menjadi 4 masalah yaitu : transportasi, kamar kecil, prasmanan, dan KBIH”, tambahnya. Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Mataram, Staff Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan SDM Drs. H. Husnan Ahmadi, M.Pd menyampaikan “bahwa memang tetap akan ada masalah dan ketidak puasan akan pelaksanaan ibadah haji dari tahun ke tahun, tapi yang penting adalah bagaimana usaha kita semua untuk mengevaluasinya dan memperbaikinya di tahun berikutnya”.
Ketua kloter 43 Kota Mataram H. Saiful Hamdani menyampaikan bahwa “pengangkutan jamaah haji yang tidak bersamaan dengan koper jamaah pada saat menuju hotel, sering mengakibatkan masalah yang cukup merepotkan”. Untuk hal tersebut dari Kemenag Mataram kedepannya berjanji akan terus mengusahakan koordinasi yang lebih baik dengan pihak travel di tanah suci.(pun/dik foto humas)  

Jumat, 23 Desember 2011

50 POSYANDU TERIMA BANTUAN

Keberadaan kader Posyandu di Kota Mataram, dirasa sangat perlu untuk diperhatikan kesejahteraannya. Untuk menyikapi hal itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) yang bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK khususnya Kelompok Kerja IV yang membidangi masalah Kesehatan pada Sabtu (24/12) memberikan bantuan Sarana dan Prasarana kepada semua Posyandu di Kota Mataram senilai masing-masing 500 ribu rupiah.


Menurut Kepala BPM H. Saiful Mukmin, “bantuan ini adalah sebagai salah satu perhatian Pemerintah Kota Mataram untuk memaksimalkan kerja para kader Posyandu disamping honor yang telah diberikan”. “Jika dilihat dari nominal, memang tidak seberapa dibanding kebutuhan hidup ibu-ibu sekalian. Tapi anggap ini sebagai pengabdian kita kepada masyarakat yang mungkin akan mendapat imbalan yang tidak terduga baik dari masyarakat itu sendiri maupun dari Tuhan Yang Maha Esa”, lanjutnya.
Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh kader Posyandu di Kota Mataram tersebut, Saiful Mukmin menyampaikan “Untuk kedepannya kita semua akan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan para kader yang menjadi tulang punggung kegiatan ini”.
 (pun/dik foto humas)  

Kamis, 22 Desember 2011

PROGRAM REHAB RUMAH TIDAK LAYAK HUNI 2011 DITUTUP

Setelah dicanangkan tanggal 11 Juni 2011 di Kelurahan Turida, Kamis (22/12) program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Mataram tahun anggaran 2011 ditutup. Kegiatan penutupan rehab RTLH dipusatkan di Masjid Raudhatul Abror Lingkungan Arong-Arong Barat Kelurahan Dasan Agung Kecamatan Selaparang Kota Mataram langsung oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh beserta Ketua DPRD Kota Mataram H.Muhamad Zaini, Asisten II Setda Kota Mataram Ir.H. Efendi Eko Saswito serta beberapa pejabat terkait tingkat Propinsi NTB dan Kota Mataram yang dikemas dalam agenda Sambang Bale.

Dihadapan tamu undangan serta 100 penerima bantuan rehab RTLH di Kelurahan Dasan Agung, Walikota Mataram menjelaskan bahwa penutupan program rehab RTLH khusus untuk tahun anggaran 2011. Karena anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2011. Namun program ini akan dilanjutkan kembali pada tahun 2012 mendatang. “Kendati sudah ditutup, namun sisa pencairan anggaran yang belum diterima segera dicairkan sebelum bulan Desember ini berakhir. Kami juga meminta petugas yang menangani program ini terus melakukan pemantauan jangan sampai mangkrak,”  pinta Walikota.
Menurut Walikota awalnya total RTLH di Kota Mataram mencapai 2.080 unit dan sebanyak 1.248 unit sudah dapat ditangai tahun ini, sehingga sisanya tinggal 832 unit yang ditargetkan akan tuntas tahun 2012 mendatang. Program rehab RTLH  bersumber dari APBD Kota Mataram yang berada pada pos anggaran di SKPD terkait antara lain, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bapedda serta Badan Amil Zakat (Bazda) Kota Mataram yang merupakan infak dari pegawai lingkup Pemkot Mataram. “Anggaran rehab RTLH yang diberikan merupakan stimulus atau motivasi bagi penerima bantuan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu juga, Walikota Mataram menyampaikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram sudah naik menjadi Rp60 miliar dari Rp49 miliar atau naik Rp11 miliar, sementara Rp100 miliar pertahun dari dana-dana lainnya yang akan diperuntukan bagi kepentingan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan di Kota Mataram antara lain, bidang pendidikan, infrastruktur jalan dan drainase. “Kami terus berjuang agar semua jalan di Kota Mataram ini bisa di Hotmix, namun dengan keterbatasan anggaran kami harus melakukan dengan skala prioritas dan bertahap. Tidak ada istilah ‘anak tiri’,” paparnya.
Disamping itu Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran ditingkat Kecamatan dan Kelurahan yang dapat dipergunakan jika ada kegiatan pembangunan fisik pada tingkat lingkungan yang tidak terakomodir dalam APBD. Selain itu program permodalan untuk kelompok usaha produktif tetap digulirkan, bahkan mulai tahun 2012 pelayanan kesehatan ditingkat Puskesmas digratiskan, serta akan  ada sekitar 100 warga jompo di Kota Mataram yang akan mendapat santunan rutin setiap bulannya.


Usai menutup kegiatan program rehab RTLH, Walikota beserta jajaran melakukan kunjungan ke beberapa rumah yang mendapatkan bantuan rehab RTLH tahun 2011 khususnya  di Kelurahan Dasan Agung. (nir/yudi foto humas)